Wanna see my lifejourney? Go to my eyes!

All About Pemilu buat Remaja SMA

|

Nah temen-temen, ini adalah Frequently Asked Question-nya Pemilu! Di sini kamu bakal menemukan jawaban-jawaban dari pertanyaan mendasar seputar pemilu, yang memang harus kita ketahui!, biar nggak asal pilih tanggal sembilan april nanti.

Partai itu apaan sih?

Partai adalah kumpulan orang yang memiliki pandangan dan tujuan politik yang sama dan mempunyai cita-cita untuk menduduki pemerintahan. Mereka mempunyai struktur organisasi yang jelas dan resmi, AD/ART (“Undang-Undang” Organisasi), Dewan Pimpinan, serta Pengakuan oleh Pemerintah bahwa mereka adalah partai resmi yang boleh ikut serta dalam pemilu.

Apa sih AD/ART itu? AD/ART itu kepanjangan dari Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga. Anggaran Dasar merupakan identitas sah dan tertulis partai tersebut. Dengan melihat anggaran dasar, kita bisa mengetahui identitas partai, azas, tujuan, fungsi, tugas, serta peraturan-peraturan dasar keanggotaan partai tersebut. Sehingga bisa dijadikan salah satu dasar pertimbangan kita untuk memilih.

Sedangkan Anggaran Rumah Tangga berisi sejumlah peraturan yang harus ditaati oleh seluruh anggota. Pendeknya, AD/ART merupakan sebuah “Undang-Undang” kecil di dalam partai tersebut.

Kenapa harus ada partai?
Setiap partai tentu memiliki tujuan, demikian juga masyarakat, pasti memiliki keinginan masing-masing. Partai politik merupakan wadah bagi keinginan-keinginan masyarakat tersebut. Jika masyarakat merasa bahwa keinginannya dapat tersalurkan lewat suatu partai, -mungkin karena AD/ART atau janji partai tersebut sesuai dengan keinginan mereka dalam membangun negara- maka orang itu akan memilih partai tersebut. Demikian pula sebaliknya.

Sebenarnya tujuan pemilu apaan sih?
Pemilihan umum (pemilu) akan menentukan siapa saja yang duduk di legislatif dan eksekutif suatu negara. Pemilu adalah ciri negara demokratis karena masyarakat dapat memilih siapa pemerintah mereka.

Selain itu pemilu juga dapat menunjukkan pandangan politik masyarakat (cara yang dipilih masyarakat untuk menjalankan negara). Misalnya partai pemenang pemilu adalah partai yang nasionalis, artinya sebagian besar rakyat memiliki pandangan politik yang nasionalis. Atau jika suatu partai yang menjanjikan pembangunan suprastruktur hanya mendapat sedikit suara, artinya rakyat tidak terlalu mementingkan pembangunan suprastruktur. Pemilu menunjukkan jumlah pendukung suatu ide.

Katanya satu suara menentukan arah nasib bangsa, emang iya?
Jelas dong. Satu suara dari kita akan menentukan siapakah pemenang pemilu dan siapa saja orang-orang yang akan duduk di kursi legislatif. Tau kan tugas legislatif? Tepat, DPR bertugas membuat undang-undang (Tentang apapun!) yang akan dilaksanakan oleh seluruh masyarakat. Kalo DPR-nya berkualitas, undang-undangnya juga akan berkualitas, masa depan bangsa juga akan semakin jelas. Tul, gak?

Milih yang Mana Yah?

|
Pemilihan umum telah memanggil kita, seluruh rakyat menyambut gembira… Yes! Pemilu dateng lagi, artinya kesempatan buat membenahi bangsa ini juga muncul kembali! Kali ini pemilihan umum diikuti oleh 38 partai politik yang memperebutkan kursi di DPR dan Pemerintahan.

Tapi…, milih yang mana yah? Sebagai siswa SMA, khususnya yang sudah berumur 17 tahun lebih pasti sudah punya hak pilih, artinya boleh nyontreng di TPS. Namun sebagian besar dari kita masih aja kebingungan milih partai yang mana, soalnya di iklan-iklan mereka kayaknya semuanya menjanjikan, kan? Padahal satu suara dari kita bisa mempengaruhi nasib bangsa ini selama lima tahun ke depan lho…

Nah, maka dari itu, disini disediakan tips-tips menyontreng cerdas, alias memilih wakil rakyat dengan pertimbangan yang matang, biar nggak bikin susah nantinya.

Pertimbangkan Visi dan Misi
Partai dipilih dari apa yang akan diperbuat mereka kepada rakyat, dan sudah pasti setiap partai punya program kerjanya sendiri-sendiri yang disebut AD/ART (Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga). Kamu bisa ngecek AD/ART mereka satu-persatu di kantor KPU, iklan-iklan mereka atau website partai/caleg di internet. Ketik aja kata kunci “AD/ART partai ” atau “program partai ” di google.

Liat Bukti di Lapangan
Tapi jangan cuma liat janjinya aja, bukti nyata juga dong! Coba perhatikan lingkungan sekitar kamu dan berita-berita, partai apa yang sudah berbuat banyak bagi masyarakat dan negara? Partai mana yang cuma omong doang? Hal ini juga bakal mendorong kamu buat berpikir kritis.


sudah saatnya Indonesia diisi oleh pemilih-pemilih cerdas!

Bila Belum Punya Caleg Pilihan yang Pasti, Pilih Aja Partainya
Kadang milih caleg bikin kita bingung, soalnya program-program mereka rata-rata sama. Nah, daripada salah memilih caleg, mending kamu memilih partai aja sesuai visi dan misi mereka yang telah terbukti nyata.

Bedakan antara Memilih Partai dan Presiden
Jangan karena kamu pengen negara ini dipimpin oleh pak ini atau bu itu, kamu langsung milih partainya. Itu namanya kita milih karena figur, padahal belum tentu lho, kualitas partai dan capres yang diusungnya sama. Ada capres yang berkualitas tapi partainya nggak sebagus capresnya. Ada pula yang sebaliknya. Jadi, pilihlah partai bukan karena figur seseorang, tapi karena visi-misi, pandangan politik, bukti nyata, dan kebersihannya.

Jangan Ikut-Ikutan
Yang jelas, jangan ikut-ikutan teman! Kamu punya pandangan politik sendiri yang nggak bisa diganggu gugat oleh siapapun. Orang bisa menilai partai pilihan kamu jelek, tapi selama kamu bisa membuktikan kalau partai kamu telah berbuat banyak bagi negara dan punya tujuan yang sangat jelas, kamu bisa terus memilih wakilmu di DPR melalui partai itu.

Dan yang paling penting, pilihlah secara rasional! Jangan memilih suatu partai hanya karena partai ini “kelihatannya menjanjikan”, “orangnya ramah-ramah”, “capresnya kharismatik” dan sebagainya. Kamu harus punya alasan yang kuat dan bisa dibuktikan rasio buat milih partai atau caleg tertentu, dengan demikian bertambah lagi jumlah pemilih cerdas di Indonesia.

Menilik Kaum Gelandangan dan Permasalahannya

|
Kota-kota besar selalu dipenuhi oleh masalah, salah satunya adalah kependudukan. Mulai dari kepadatan penduduk, lapangan pekerjaan, serta lahan pemukiman. Berbagai kebijakan pemerintah daerah telah diupayakan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut namun efektifitas masing-masing kebijakan masih dirasa kurang. Dan gelandangan merupakan salah satu pihak yang kerap dikenai efek peraturan daerah mengenai penataan kota yang cenderung membawa dampak yang tidak baik bagi mereka secara pribadi.

Mengapa Ada Gelandangan

Ada berbagai alasan yang menjadikan seseorang memilih untuk menjalani hidupnya sebagai seorang gelandangan. Mulai dari permasalahan psikologis, kerenggangan hubungan dengan orangtua, atau keinginan untuk hidup bebas. Namun alasan yang terbanyak dan paling umum adalah kegagalan para perantau dalam mencari pekerjaan. Cerita-cerita di kampung halaman tentang kesuksesan perantau kerap menjadi buaian bagi putra daerah untuk turut meramaikan persaingan di kota besar. Beberapa di antaranya memang berhasil, namun kebanyakan dari para perantau kurang menyadari bahwa keterampilan yang mumpuni adalah modal utama dalam perantauan. Sehingga mereka yang gagal dalam merengkuh impiannya, melanjutkan hidupnya sebagai gelandangan karena malu bila pulang ke kampung halaman.

Mengapa Tidak Kembali

Masalah kependudukan di Indonesia pada umumnya telah lama membawa masalah lanjutan, yaitu penyediaan lapangan pekerjaan. Dan bila kita meninjau keadaan dewasa ini, pemerataan lapangan pekerjaan di Indonesia masih kurang. Sehingga kota besar pada umumnya mempunyai lapangan pekerjaan yang lebih banyak dan lebih besar daripada kota-kota kecil. Hal inilah yang menjadi penyebab keengganan tunawisma untuk kembali ke daerahnya selain karena perasaan malu karena berpikir bahwa daerahnya memiliki lapangan pekerjaan yang lebih sempit daripada tempat dimana mereka tinggal sekarang. Mereka memutuskan untuk tetap meminta-minta, mengamen, memulung, dan berjualan seadanya hingga pekerjaan yang lebih baik menjemput mereka.

Kebijakan Pemerintah Selama Ini

Kebijakan yang dilakukan pemerintah, khususnya Pemerintah Daerah (Pemda) selama ini cenderung kurang menyentuh stakeholdernya, atau pihak-pihak yang terkait dengan permasalahan dalam peraturan. Mengenai gelandangan, pemda DKI Jakarta pada tahun 2007 telah membuat Peraturan Daerah tentang Ketertiban Umum. Perda yang merupakan revisi dari Perda No. 11 Tahun 1988 tentang Ketertiban Umum ini antara lain berisi larangan penduduk untuk menjadi pengemis, pengamen, pedagang asongan, pengelap mobil, maupun menjadi orang yang menyuruh orang lain melakukan aktivitas itu.

Perda ini secara langsung memberikan dampak besar bagi kaum tuna wisma mengingat para gelandangan belum dikenai mekanisme mengenai pelangsungan hidup mereka. Mekanisme yang mungkin agak baik adalah dibangunnya Panti Sosial penampung para gelandangan. Namun sekali lagi, efektifitasnya dirasa kurang karena Panti Sosial ini sebenarnya belum menyentuh permasalahan yang sebenarnya dari para gelandangan, yaitu keengganan untuk kembali ke kampung halaman. Sehingga yang terjadi di dalam praktek pembinaan sosial ini adalah para gelandangan yang keluar masuk panti sosial

Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Pasal 34 Ayat (1) yang berbunyi, “Fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara” sebenarnya menjamin nasib kaum ini. Namun perlakuan Pemda Kabupaten Jombang terhadap para gelandangan telah memperkosa kewibawaan UUD tersebut. Pada tahun 2008, sebanyak 20 tunawisma lanjut usia diturunkan secara paksa dari truk terbuka oleh Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Jombang di malam buta di persawahan sepi pinggir hutan dekat Desa Ketawang, Gondang, Nganjuk, Jawa Timur (Tempo, 9 Februari 2008). Yang menjadi permasalahan adalah, tidak ada penanganan lebih lanjut mengenai kelangsungan hidup “anak negara” tersebut setelah diusir secara paksa dari kota. Pemerintah daerah seolah-olah “lepas tangan” dan menyerahkan hidup kaum gelandangan kepada diri mereka sendiri.

Kedua contoh di atas adalah bukti bahwa kebijakan pemerintah selama ini hanyalah kebijakan yang menyentuh dunia perkotaan secara makroskopis dan bukan mikroskopis. Pemerintah daerah cenderung menerapkan kebijakan-kebijakan yang tidak memberikan mekanisme lanjutan kepada para stakeholder sehingga terkesan demi menjadikan sesuatu lebih baik, mereka mengorbankan hak-hak individu orang lain.

Solusi Terbaik
Masalah gelandangan adalah masalah kependudukan dan salah satu masalah kependudukan adalah masalah penyediaan dan pemerataan lapangan pekerjaan. Para gelandangan mengikuti prinsip Serangga, yang akan terbang mendekati cahaya terdekat di sekitarnya. Untuk menjauhkan serangga tersebut dari cahaya bukanlah dengan cara membuang dengan paksa serangga tersebut, namun menghidupkan lampu lain sehingga serangga menjauhi lampu sebelumnya dan mendekati lampu tersebut.

Jakarta selama ini menjadi sentral dari segala aktivitas negara dan menjadi penyedia lapangan pekerjaan terbesar. Tugas pemerintah untuk menangani masalah perkotaan pada umumnya dan gelandangan pada khususnya adalah menyediakan lapangan pekerjaan yang lebih banyak di kota-kota kecil. Rencana pembangunan pemerintah seharusnya mengedepankan pembangunan secara merata sehingga tidak timbul “gunung dan lembah” di negara, pembangunanhendaknya dilakukan dengan pola “dari desa ke kota” dan bukan sebaliknya. Sehingga, masing-masing putra daerah akan membangun daerahnya sendiri dan mensejahterakan hidupnya.

Dengan mekanisme yang lebih menyentuh permasalahan dasar para gelandangan tersebut diharapkan masalah gelandangan di kota besar dapat teratasi tanpa menciderai hak-hak individu mereka dan malah dapat membawa para gelandangan kepada kehidupan yang lebih baik. Namun, mekanisme di atas merupakan tindakan jangka panjang dan membutuhkan waktu yang lama untuk dapat terealisasi, untuk itu diperlukan kerjasama yang baik antar generasi kepemerintahan agar hal tersebut dapat terwujud dan pada akhirnya kesejahteraan bangsa dapat lebih mudah dicapai.


Materi referensi:

Sebuah Solusi untuk Jakarta (Indonesia)
Menangani Gelandangan Ibukota
Nasib Gelandangan Tua yang Dibuang ke Tepi Hutan

Kekuatan Menulis Bagi Hidup Kita

|

Dewasa ini kegiatan menulis di lingkungan SMA cenderung kurang mendapatkan perhatian dari siswa. Kebanyakan dari kita, termasuk saya pada awalnya, merasa males kalau disuruh-suruh nulis, kita biasanya terhenti di satu atau dua kalimat dan tidak mampu menuliskan kalimat lebih banyak lagi. Menulis, bagi kita dianggap sebagai kegiatan yang "membuat otot-otot di belakang kepala menjadi tegang" dan menanyakan manfaatnya.

Padahal, menulis punya banyak manfaat!

Di bawah ini ada tiga manfaat menulis yang menyentuh aspek-aspek kehidupan kita dan (semoga) akan mendorong kita untuk menulis lebih banyak lagi.

Manfaat Intelektual

Menulis akan membantu kita untuk belajar mengungkapkan ide-ide, perasaan, dan pemikirin yang selama ini hanya berkumpul di otak kita ke sebuah kertas. Sehingga secara tidak langsung, menulis mengajari kita untuk menata pikiran kita sendiri atau yang kerap disebut sebagai Mind Management, dan penataan pikiran sangat berguna untuk kelancaran komunikasi dan kekritisan berpikir.

Manfaat Psikis

Siapa yang tahu kalau Fatima Mernissi pernah berkata bahwa menulis dapat meningkatkan aktivitas sel? Siapa yang pernah menyangka kalau satu coretan pertama di atas kertas kosong di pagi hari dapat melenyapkan kantung di bawah mata?

Lagi, James Pennebaker, Ph.D mengungkapkan bahwa menulis dapat meningkatkan kekebalan tubuh (imunitas) seseorang. Dari sampel mahasiswa yang dia teliti didapatkan hasil bahwa kunjungan ke klinik kesehatan menurun dengan cukup signifikan setelah mereka menulis. Pemeriksaan darah yang dilakukan setelah mereka menulis pun menunjukkan peningkatan jumlah sel darah putih.

Manfaat Psikologis

Paulo Coelho dalam novel The Al Chemist menyarankan agar kita menuliskan segala kesedihan atau perasaan yang mengganggu dalam selembar kertas dan melarungkannya ke sungai. Niscaya kesedihan atau kekuatiran akan sirna.

Hal ini memiliki tautan dengan manfaat intelektual menulis, menulis berarti Menata Pikiran. Dengan menulis pikiran-pikiran di dalam otak kita menjadi tidak saling menimpa dan karenanya memudahkan kita untuk menarik benang kusut dari kekhawatiran kita.
Wuiih, banyak juga yah manfaat menulis itu?

Mungkin ada juga yang bertanya, bagaimana caranya? Okay, cara paling mudah untuk seseorang menulis adalah MENULIS. Menulis tidak membutuhkan persiapan apa-apa, kita hanya tinggal menulis saja untuk memulai menulis.

Nah sekarang, mau nggak kita mulai menulis?

Tips Menulis Artikel buat Blog Kamu!

|
Udah lama gw nggak ngepost tulisan baru di blog ini dan kini saatnya gw membuat suatu terobosan: learn you how to write in your blog! Yah, sebenernya gw nggak master-master amat sih di bidang ini, tapi gw berusaha untuk memberikan apa yang gw mampu bisa berikan.

So it's started with the question: why? Kenapa tiba-tiba gw mo ngasih temen-temen tips seputar cara menulis ini? Well, salah satu alasannya adalah karena gw prihatin dengan beberapa blog buatan temen-temen di luar sana yang, yah, saya yakin bisa lebih baik dari itu. Kasus-kasus yang sering muncul adalah panjang tulisan yang kurang memadai (entah itu terlalu pendek atau malah terlalu panjang), gaya bahasa yang masih membingungkan, serta kesan bahwa tulisan itu dibuat dengan terburu-buru. Nah, berdasarkan pengalaman yang saya dapatkan, inilah tips-tips sukses menulis blog:

Tentukan Tujuan Blog

Hal pertama yang harus kamu lakukan sebelum mulai menulis adalah menentukan tujuan kamu ngeblog. Apakah blog kamu adalah wadah dari artikel dan opini yang kamu buat tentang banyak hal, atau sebagai jurnal harian (diary) kamu? Pastikan kamu tidak mencampurkan artikel-artikel kamu dengan jurnal harian kamu, bila kamu ingin menulis keduanya, tulislah di blog yang berbeda! Blog ini adalah blog yang berisi uneg-uneg saya tentang berbagai macam hal, sedangkan blog yang satunya adalah jurnal harian saya. Hal ini dilakukan agar kita dapat bersikap profesional dalam mengelola blog.

Menulislah SEBELUM kamu online

Siapa yang selama ini menulis isi blognya SAAT dia sedang di warnet? Hey, berhenti melakukan hal itu dan tulislah artikel/diary kamu sebelum kamu terkoneksi di internet. Sehingga saat kamu membuka jendela 'new post' dalam blog, artikel telah tersedia.
Mengapa? karena menulis saat kita online mengakibatkan kita mempunyai perasaan terburu-buru, ingin cepat selesai karena pulsa terus berjalan, ya kan? Makanya, tulislah sebelum kam online.

Perhatikan gaya bahasa

Ini semata-mata demi kenyamanan pembaca. G aD oRaNK yG nYmN dGn gYA tOELisanH sEpErTy INihhh. Mungkin kamu memang bebas untuk berekspresi, namun pembaca akan mengerinyitkan dahi ketika membaca tulisan yang naik turun seperti itu. Belum lagi model penulisan yang merusak kata.
Bukan berarti bahasa gaul harus dihilangkan, itu malah perlu kalo target kamu adalah pembaca remaja. Tapi model penulisannyalah yang harus tetap diperhatikan. Lihat saja perbedaan antara "Oke" dan "Ukeh...", "dong" dengan "dhuonkxx" dan sebagainya. Contoh penulisan di sebelah kiri adalah bahasa gaul yang membuat pembaca nyaman, sedang contoh yang di kanan, memusingkan pembaca.

berikan panjang tulisan yang memadai

Memadai berarti nggak terlalu panjang dan juga nggak terlalu pendek. Gimana standar penulisan artikel/diary untuk sebuah blog? 400-500 kata. Jumlah maksimal adalah 800 kata. Karena kurang dari itu berarti tidak memuaskan pembaca dan bila lebih, akan memuakkan pembaca. Karena tentu saja, pembaca juga mempunyai ketahanan dalam membaca, yang besarnya terbatas.

setelah membaca artikel ini, saya harap teman-teman bloggerteens di luar sana bisa membuat terobosan dalam tulisannya sehingga tulisan-tulisan teman-teman dapat memberi manfaat bagi semua orang di dunia.

Happy Writing!